Hujan sore ini
Air berjatuhan dari atap rumah itu
Kuberteduh sebentar
Kamu pun muncul kembali dalam benakku
Masih aku bertanya
Dimana Kamu?
Bukankah seharusnya kita janji bertemu?
ah
Kugenggam air ini
Air hujan ini
Tentu ini hasil kirimanMu bukan?
Kucoba untuk rasakan bekas kehangatan tanganMu
Terus kucoba
Tapi rasanya dingin Teman
Lalu Kamu dimana?
Bukankah kita janji bertemu?
Apa aku salah merasa?
Ah tapi benar ini
Ini benar
Kamu janji bertemu aku
Walaupun
tak kudengar jelas
Tak kulihat jelas
Aku tahu Suara itu bersaksi
Dia berjanji
Dia berjanji
Ketika aku ditempat asing ini, Dia akan menemaniku
Dia berjanji
Teman dimana kamu?
Hujan kini mulai reda
Masih kucoba mengenggam apa yang pernah Kau genggam ini
Mencari sisa kehangatan tanganMu
Supaya aku merasa dekat dengan Kamu
Ah sudah reda kini
Kucoba tengok keatas ya
Mungkin Kamu sedang menjenguk kebawah mencari aku
Ah Teman dimana Kamu?
Apa Kamu masih sibuk mengelilingi dunia dengan awan putih besar itu?
Mungkin ya mungkin
Teruskah aku berharap, atau berhenti saja?
tapi… Dia berjanji
Dia berjanji
baiklah
aku akan terus menungguMu Teman
disini, ditempat asing ini
-JL- (yang selalu okeh)