<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/8187955171401330385?origin\x3dhttp://running-princess.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Say hi!
Welcome to running-princess.blogspot.com ! welcome to our blog, c'mon let's run the race together:))

His Words for today



about us
Different background ladies who are willing to love Jesus more and spread His Love and His Shine everywhere we step our selves to be blessing for others. Follow His calling and vision in our lives To build ourselves become the House of Prayer for others who want to share with us. We'd love to hear ur testimonial, esp. the unmarried yet ladies...share ur stories with us. Let's become the next Ester, Deborah, Hana, Ruth, Mary, among this geneartion




Right click
Blog writer

What To do
fast and pray for His calling upon us remember ladies it's not about getting holy hungry but getting holy heart :D

Chat with us



Archives



Sunday, October 12, 2008
3:14 AM

aku berpuisi (ihihihi)

hehehe gw mu ngeluarin puisi lama gw dulu aaah...
(ini termasuk puisi bukan ya?)
***


Sepi dan dingin dari hujan sore ini mulai menggigit,

membawa satu rasa dalam hati yang tidak dapat terkatakan oleh bahasa pikiran…

Satu rasa yang seperti sebuah minuman yang baru saja aku minum

Campuran dari dua sendok kerinduan, sedikit bahagia, sesendok sepi dan setengah gelas rasa sedih…

Membuat aku merindukanMu Bapa

Membuat aku ingin Engkau temani

Membuat aku ingin menggegam hangatnya tanganMu

Berbagi cerita tentang semua…

Atau mungkin tidak perlu kita berbicara

Hanya berjalan dibawah payung bersama,

bergandengan tangan dan menikmati okestra rintik hujan

Setelah beberapa saat dan aku mulai lelah

Kita pun duduk di bangku yang basah itu

Tak perlu berbicara

Hanya pinjamkan bahuMu

Dan biarkan aku menangis sebentar Bapa

Menangisi ‘sesuatu’ yang tak dapat kuungkapkan

Karena ‘sesuatu’ itu terlalu…

terlalu rumit untuk kurangkai dalam banyak kalimat

Aah.. tapi aku tahu Engkau mengerti bahasa airmata ini

Bapa…

Bapa..

Aku ingin menyerukan kata itu berkali kali

Berkali kali hingga aku lelah dan berhenti menangis

Dan membiarkan hati ku kembali penuh dengan kasihMu

Membiarkan Engkau membalut hatiku yang terluka ini

Setelah aku mengusap airmataku yang terakhir ke lengan bajuMu

Engkau perlahan berdiri

Lalu berkata

‘tunggu sebentar’

tak berapa lama kemudian datang kembali dengan satu bungkus minuman

ternyata Engkau membelikan aku cappuccino mint hangat kesukaanku

Engkau memandangiku yang langsung meminum kopi hangat itu

sambil mengelus-elus kepalaku dan tersenyum

kita berpandangan

Lalu tanpa satu kata pun

Kita tertawa…




*)Terimakasih Bapa ditengah kesibukanMu mengurusi dunia ini, Engkau ada, menyediakan bahuMu untuk tangisku

Thanks cappuccino mint-nya!

-JL-


Run.. run... run..