Teman-teman... Hari-hari ini dunia semakin bertambah jahat. Entah mungkin karena kerasnya kehidupan yang dirasakan banyak orang, sehingga membuat hati mereka begitu dingin dan menjadi keras....semakin terpuruknya perekonomian dunia, Harga minyak yang mencapai U$ 125/ barel. Bahkan Indonesia sendiri, langka minyak tanah dan harganya juga mahal, mencapai Rp.15000/liter; ditambah harga gas yang akan naik mencapai Rp69.000,-. Apakah kamu merasa hal yang sama? atau kita terlalu fokus pada kesusahan diri kita sendiri, berada di zona nyaman sendiri, sehingga buta dengan situasi sulit yang menjerat sodara-sodara kita di luar sana skrg ini? Setiap kali saya berdoa bagi bangsa dan negara, hati saya seolah perih...menangis, mendengar jeritan sodara-sodara di luar sana...Jangankan mereka di luar sana, tetangga rumah saya sendiri seringkali kelihatan termenung dgn tatapan mata menerawang kosong, kehilangan harapan. Bibi yang kerja di rumah juga dulu begitu, tapi puji Tuhan, dia akhirnya mengenal Yesus dan menumpukan pengharapannya kpd Sang Kasih Agape kita.
Akhir-akhir ini Tuhan menggerakkan hati saya untuk belajar berbagi dan memberi dari kekurangan dgn hati yang melimpah dgn sukacita dan ucapan syukur kpd Bapa. Ah jujur, saya melewati beberapa hari puasa dan sempat mengeluh dan menangis karena takut kekurangan, tapi Tuhan berkata lembut dalam hati saya: "kamu adalah putri-Ku, dan Aku adalah Bapamu yang bertanggung jawab atas hidupmu. Peganglah janji-Ku, dan belajar lebih mempercayai Aku, nak...".
Janji Bapa? Saya langsung teringat ucapan Petrus dan Paulus. 1 petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu". dan Filipi 4: 19 "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Saya menangis berlutut, merasa bersalah karena sudah kurang percaya kepada Bapa...itupun Bapa begitu sabarnya menghadapi saya dan tidak pernah menyerah membentuk karakter saya yang rapuh ini untuk mencapai keteguhan fondasi Iman di dalam Kristus.
Memang ada pengorbanan, tapi ketika saya bawa hal itu dan menaruhnya di bawah kaki Bapa, tidak satupun pengorbanan di dalam Dia yang sia-sia.
Begitulah Bapa Yesus kita yang saya yakin tidak pernah lalai menepati janji-Nya terhadap anak-anakNya yg bertumpu pada kekuatan Kasih-Nya (2 Petrus 3:9), selama kita melakukan apa yang Dia perintahkan untuk kita lakukan menjadi bagian kita. Dia Bapa dan Ibu yang tidak pernah berhenti mengayomi kita. Melebihi bapak dan ibu kita di dunia.... Jika ada teman-teman yang sedang dlm kekurangan, saran saya jgn berhenti memberi ucpn syukur tiap minggu, berapapun harganya...Ingat kisah ttg Nenek Tua miskin yang memberi seluruhnya dari yang dia miliki, dan Tuhan Yesus memuji nenek tua itu. Kita pun harus belajar meneladani sikap memberi nenek tua itu. Punya Iman sukacita memberi teman-teman. Hidup kita akan selalu cukup dan sukacita di dalam Dia. Dengan begitu kita akan semakin percaya dan mengenal Bapa kita Yesus, sungguh nyata dlm kehidupan sehar-hari kita.
Teman-teman, ingatlah ucapan Firman II Korintus 8: 9 " karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya." Hal ini paradoks jika dipikirkan dgn logika manusia, gak akan bisa. Jadi terima dgn iman kasih di dalam Dia. Ada anggapan bahwa Yesus semasa Dia hidup miskin. Memang Yesus gak bawa-bawa dompet berisi ratusan ribu, memang Dia gak punya ATM, master card ato American Express. Tapi ingat gak kita ketika Tuhan mampu memberi makan 5000 orang, belum termasuk perempuan hanya dari awalnya beberapa roti dan ikan doank??! Ingat juga gak temen-temen, ketika Yesus menyuruh muridNya mengambil uang dari mulut ikan yang dipancing untuk membayarkan pajak Bait Allah?? Nah...miskin kah, Tuhan Yesus kita?? yang masih jawab iya, coba belajar baca dan nalar balik lagi ke TK yaa...hehe....
Kapan Yesus menjadi miskin demi kita? Jawabannya: ketika Yesus digantung di kayu salib. Bapak Pendeta, sekaligus penginjil Derek Prince menjelaskan, dalam Ulangan 28: 48, Nabi Musa memakai empat ungkapan untuk menggambarkan kemiskinan total, lapar, dahaga, telanjang, dan tidak mempunyai apa-apa. Yesus mengalami semuanya itu ketika Ia dipakukan pada kayu salib.
Yesus merasa
lapar. Ia tidak makan selama hampir 24 jam. Ia merasa
haus. Salah satu ucapanNya yg terakhir adalah "
Aku haus!" (Yoh 19:28). Ia dalam keadaan
telanjang. Para prajurit telah mengambil semua pakaian-Nya (Yoh 19:23). Ia
tidak punya apa-apa. Yesus tidak memiliki apa-apa lagi sehingga ketika mayat-Nya pun harus dibungkus dengan jubah pinjaman dari orang lain, kemudian dikuburkan dalam sebuah makam kepunyaan orang lain pula (Lukas 23:50-53). Demikianlah, Yesus mengalami
kemiskinan total demi kita. Dalam II Korintus 9:8 Paulus menunjukkan secara lebih jelas kuasa dari pertukaran yang terjadi pada kayu salib itu: "
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelabagai kebijakan." Paulus menegaskan bahwa satu-satunya dasar dari pertukaran ini adalah
Kasih Karunia Tuhan semata-mata. hal itu tidak mungkin "dibeli" dengan amal perbuatan melainkan hanya dapat diterima dengan Iman (percaya sepenuhnya!)
Jadi, teman-teman...jika kita meminta sepasang Mata Kasih Tuhan yesus dalam hidup kita sehari-hari, saya yakin kita juga bisa merasakan Tuhan Yesus sesungguhnya sedang menangis melihat dan mendengar jeritan anak-anakNya yang belum mengenal Dia. Banyak yang karena susah ekonomi, akhirnya beramai-ramai mati sekeluarga, karena putus asa yang begitu mencekam. Banyak orang yang stres dan kemudian kehilangan kewarasannya. Banyak orang terpaksa menjadi preman, prostitusi di bawah umur...demi apa? UANG!. Kasian bukan mereka yang beranggapan Uang adalah seluruhnya dalam kebutuhan jawaban hidup mereka.
Uang kah sumber jawaban masalah mereka? BUKAN! Jangan kehilangan sisi
huminity kita dgn berpikir "gue kasi duit, sumbang, amal...dah...dah beres masalah mereka".
My God...jangan berpikir dangkal teman-teman. Tapi belajar dari Petrus (Kis para rasul 3), ketika dia menyembuhkan orang lumpuh yang meminta-minta di depan Bait Allah. Ucapannya sangat menyentuh dan beriman teguh pada Bapa. "perak dan emas tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu. Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu berjalanlah!" Dan si bapak peminta-minta yang lumpuh tadi bangkit dan berjalan!!
Jadi teman-teman, harta terbesar anak2x Tuhan apa??? teriak bareng-bareng yukkk: "Tuhan Yesus Kristus!!". Kenapa?? Karena di dalam Dia, kita sudah beroleh Hidup kekal, jaminan hidup kita selama di bumi untuk pulang ke surga, rumah yang udah disediakan Bapa kita untuk bisa ketemu sama Dia-Tuhan yesus! Kita sudah diberkati olehNya tiap hari, tiap malam kita tidur. Jadi, gak ada alasan untuk tidak bisa menjadi berkat bagi siapapun dan dimanapun. Kita udah punya Harta Terbesar kita-Yesus, pertanyaannya: Mau kah kita memberkati dan membagikan Harta terbesar kita kepada orang sekeliling kita? Tetangga, sodara, dan tempat kuliah, kostan, dan kerja di manapun kita berada?.
Berani bayar harga, teman-teman...Hidup itu tiap menit penuh dgn resiko...tapi alangkah bahagianya mereka yang mau mengambil resiko bayar harga tersebut tanpa SIA-SIA di dalam Kristus. Jawaban yang semua orang butuhkan di luar sana cuma 1: "Sentuhan Kasih Sayang Bapa Mulia yang berkuasa penuh atas langit, bumi, surga, bahkan neraka, yang sudah menciptakan dan menenun kita semua di dalam kandungan". They need to know and feel Jesus' Touch!
Would you ask and pray for His Mercy to get you, His Graceful Loving Eyes in every minute of our lives to see and heal people, nation surround us by Jesus' Touch?! Mari...teman-teman...kita kenakan sepasang Mata Kasih-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari mulai hari ini...
Tuhan Yesus memberkati kita semua....
--HN--