<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/8187955171401330385?origin\x3dhttp://running-princess.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Say hi!
Welcome to running-princess.blogspot.com ! welcome to our blog, c'mon let's run the race together:))

His Words for today



about us
Different background ladies who are willing to love Jesus more and spread His Love and His Shine everywhere we step our selves to be blessing for others. Follow His calling and vision in our lives To build ourselves become the House of Prayer for others who want to share with us. We'd love to hear ur testimonial, esp. the unmarried yet ladies...share ur stories with us. Let's become the next Ester, Deborah, Hana, Ruth, Mary, among this geneartion




Right click
Blog writer

What To do
fast and pray for His calling upon us remember ladies it's not about getting holy hungry but getting holy heart :D

Chat with us



Archives



Friday, August 29, 2008
5:10 PM



Apakah Tuhan Adil? Mungkin Tidak, Tapi Dia Benar


Saat saya melihat wanita itu di seberang meja, saya masih dapat melihat rasa sakit itu di matanya. Dia telah ditolak beberapa tahun yang lalu, tapi rasa sakit itu masih terlihat segar. Linda Sullivan, ibu mertua saya, bertumbuh dalam lingkungan keluarga Kristen dan mempunyai impian untuk bisa bekerja di komunitas anak muda, menunjukkan mereka kasih Kristus. Dia bertemu dengan seorang pemuda di kemping muda-mudi Kristen dan menikah dengannya. Pria ini akan menjadi pengacara, tapi dia bisa saja menjadi seorang pendeta, itulah yang orang lain rasakan tentang dia. Saat mereka berdua melangkah menuju altar, itu dapat menjadi permulaan dari kehidupan bersama yang hebat.
Tapi, impian Linda hancur berkeping-keping hanya dalam waktu beberapa tahun setelah pernikahannya. Dia hamil anak ketiga saat suaminya mengumumkan bahwa dia akan menceraikannya, dia jatuh cinta dengan orang lain, bukan wanita lain, tapi dengan seorang pria lain.

Saat saya melihat Linda hari ini, saya melihat seorang pejuang, seorang wanita yang telah berhasil melewati pencobaan-pencobaan hidup yang berat. Linda harus mempunyai 2 pekerjaan untuk membiayai anak-anaknya. Dia melihat dua dari anak-anaknya terlibat dalam obat-obatan dan ketergantungan alkohol. Dan 3 tahun lalu, Linda nyaris meninggal dunia karena operasi akibat kecelakaan. Saat pertama kali mendengar kisah ibu mertua saya, pikiran pertama saya adalah, "Itu benar-benar tidak adil! Yang dia inginkan hanya sebuah keluarga Kristen yang baik, tapi dia malah harus bergumul dengan kehidupan yang disfungsional."

Saat Tuhan Tidak Adil
Dalam sebuah perumpamaan yang Yesus bagikan kepada murid-muridNya, Dia kelihatannya sangat mengerti dan berusaha menceritakan bahwa Bapa Surgawi tidak selalu berurusan dengan anak-anakNya dalam cara yang kesannya seimbang dan adil. Dalam Matius 20, Yesus menggambarkan Kerajaan Surga yang terkesan tidak adil sama seperti kenyataan yang kebanyakan kita lihat di hari-hari ini, di mana banyak orang berteriak menuntut keadilan. Tapi Yesus menunjukkan ini sebagai gambaran dari bagaimana Tuhan berurusan dengan anak-anakNya.

Yesus menceritakan kisah seorang petani, yang mewakili Tuhan. Karena dia membutuhkan orang-orang untuk menuai di kebun anggurnya, dia pergi dan mencari orang untuk disewa sebagai pekerja. Dia menjanjikan mereka semua upah yang layak untuk sehari. Di siang hari, dia menyadari bahwa dia membutuhkan lebih banyak bantuan. Jadi sekali lagi dia pergi dan mencari beberapa pekerja tambahan. Dia melakukan ini beberapa kali dan menyewa pekerja terakhir ketika waktu menuai hanya tinggal 1 jam lagi. Tapi pada akhir hari itu, petani pemilik kebun ini memberi upah yang sama kepada setiap pekerja, tidak peduli berapa jam mereka telah bekerja. Di dunia kita ini kelihatannya tidak adil. Tapi saat kita melihat kisah ini melalui kacamata anugrah, kita akan mulai mengerti perbedaan antara pemikiran kita dan pemikiran Tuhan. Yesus membuat pernyataan yang tegas bahwa apa yang adil bagi manusia tidak selalu benar di mata Tuhan.

Anda dan saya mungkin berkata bahwa mereka yang bekerja paling keras dan paling lama-lah yang seharusnya diberi upah yang lebih. Tapi Yesus melihat hal ini dngan cara yang berbeda. Para pekerja yang tidak bersyukur itu bisa saja hanya menjadi pengangguran sepanjang hari jika tidak mendapatkan kesempatan yang ditawarkan oleh pemilik kebun itu. Apakah mereka berhak mempertanyakan kemurahan hatinya? Bukankah mereka telah dibayar sesuai dengan upah yang telah dijanjikan sebelumnya? Mungkin kita bisa berteriak karena ketidakadilan, tapi mungkin kita salah. Perumpamaan itu menggambarkan tema yang lebih luas, kemurahan hati Tuhan. Sama seperti para pekerja yang menganggur, kita semua ada di posisi yang membutuhkan. Mereka mencari pekerjaan, tapi kita mencari belas kasihan.

Pemilik kebun anggur itu tidak memperhatikan berapa lama para pekerja itu menganggur, dia hanya tahu mereka membutuhkan pekerjaan. Dengan cara yang hampir sama, Tuhan tidak melihat jumlah dosa yang kita bawa. Dalam pandangan mataNya, kita semua pendosa yang membutuhkan keselamatan. Kita semua membutuhkan kasih karuniaNya.

Hati Tuhan Terlihat di Kayu Salib
Tragedi yang terus terjadi dan kehancuran hati sepertinya menunjukkan bahwa Tuhan mengabaikan manusia atau tidak punya kendali atas dunia. Bagaimanapun juga, hati Tuhan terlihat dengan jelas 2000 tahun yang lalu di sebuah bukit yang disebut Kalvari.

Pertama, Tuhan itu sangat adil. Dan dari taman Eden sampai hari ini, semua manusia sudah berdosa dan melanggar perintah Tuhan (Roma 3:23). Tidak peduli bagaimanapun kecilnya, dosa mempunyai konsekuensi pinalti - kematian, pemisahan dari Tuhan selamanya (Roma 6:23). Tapi, saat salib merefleksikan keadilan Tuhan, itu juga merefleksikan kasihNya yang besar. Allah Bapa mengirimkan anakNya, Yesus, untuk mengambil alih hukuman atas dosa-dosa manusia karena manusia tidak akan mampu menebus dirinya sendiri (2Kor 5:21). Ini adalah karya kasihNya yang terbesar (1Yoh 4:9). Penderitaan yang sangat besar dalam hati Bapa bukan pada saat melihat anakNya dipukuli dan disalibkan, tapi saat mengetahui bahwa anakNya akan menanggung dosa SEMUA manusia. Tindakan ini tidak tampak adil bagi saya. Penyaliban itu adalah tindakan yang paling tidak adil sepanjang sejarah di dunia. Namun, itu diijinkan Tuhan untuk penebusan dosa-dosa kita.

Apa yang Layak Kita Dapatkan?
Jadi, apa yang benar-benar berhak kita dapatkan? Siapapun yang telah ditebus oleh Tuhan tidak akan bisa melihat diri mereka telah diperlakukan dengan tidak adil oleh Tuhan. Pemberian anakNya di kayu salib adalah pemberian yang tidak berhak kita dapatkan, sekaligus juga ketidakadilan yang sangat besar di pihak kita. Kenyataannya, Tuhan tidak berhutang apapun pada kita. Tapi sebaliknya kita-lah yang berhutang padaNya, hutang yang tidak akan pernah mampu kita lunasi.

Kasih karunia Tuhan memberi kita perspektif yang tepat untuk melihat hal-hal dalam kehidupan yang tampaknya tidak adil. Meskipun sulit untuk dipahami, orang-orang Kristen yang mengalami beberapa tragedi, telah merasakan kebesaran dari kasih karunia Tuhan, lebih dari apa yang berhak untuk diterima.

Jadi jika kita ingin jujur, kita sebenarnya tidak menginginkan Tuhan untuk bersikap adil. Jika Dia bersikap adil, Dia tidak perlu mengirimkan Yesus untuk membayar semua dosa kita dan kita akan terikat pada ketiadaan pengharapan yang abadi. Dan Dia tidak akan berjalan di samping kita setiap hari, memberi kita kekuatan. Dia tidak akan mengulurkan pengampunanNya pada kita jika kita gagal. Sebaliknya, kita seharusnya lega karena kita melayani Tuhan yang benar. Karena kita tidak mendapatkan apa yang berhak kita dapatkan, tidak ada seorangpun di dunia ini. Tapi kita mendapatkan apa yang jauh lebih besar, kasih karuniaNya.

Jadi, apakah Tuhan Adil?
Saat saya kembali memandang Linda, saya tidak bisa mengatakan Tuhan telah bersikap "adil" seperti definisi kita. Namun, dalam hidupnya, Tuhan telah bersikap benar. Dan dia tidak menyalahkan Tuhan atas ketidaksetiaan suaminya, juga atas pencobaan-pencobaan lain yang harus dia hadapi. Sebaliknya, dia memuji Tuhan karena penyertaanNya melalui lembah-lembah kekelaman itu dan memberinya kasih karunia untuk terus berjalan.

Sayangnya, banyak orang Kristen merasa Tuhan telah berbuat curang terhadap mereka. Mereka mempertanyakan hal-hal seperti: "Mengapa aku tidak sehat seperti orang-orang lain?" atau "Mengapa Tuhan mengijinkan dia untuk menikah?" atau "Mengapa saya tidak lahir di tengah keluarga yang kaya?" Kita harus sadar bahwa kekristenan bukanlah tentang mendapatkan keuntungan, mengambil apa yang kita mau, lebih dan lebih banyak lagi, dari mesin ATM Tuhan. Kekristenan adalah tentang menyembah Tuhan yang telah memberi kita lebih banyak kasih karunia daripada yang berhak kita dapatkan, tentang mengikuti teladan dari Yesus Kristus.

Kita harus melihat segala yang kita dapatkan dan nikmati dalam hidup ini sebagai pemberian dari Tuhan, bukannya mengeluh saat hal-hal tidak terjadi sesuai dengan keinginan kita. Karena untungnya, kita tidak mempunyai Tuhan yang adil, tapi Bapa Surgawi yang selalu benar.



Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku

Run.. run... run..


5:03 PM

slide perenungan

Jangan pernah katakan cinta Jika kamu tidak pernah peduli, Jangan bicara tentang perasaan Jika rasa itu tidak pernah ada, Jangan pernah genggam jemari Jika berniat membuat patah hati, Jangan pernah katakan selamanya Jika berniat untuk berpisah, Jangan pernah menatap mataku Jika yang kamu ucapkan adalah kebohongan, Jangan pernah ucapkan "Halo" Jika berniat mengucapkan "Selamat Tinggal", Jangan pernah bilang kalau "Akulah satu-satunya" Jika kamu mengimpikan yang lainnya, Jangan pernah mengunci hatiku Jika kamu tidak punya kuncinya

Run.. run... run..


Thursday, August 28, 2008
12:09 PM

Sepasang Mata Kasih (Indonesian Version)

Teman-teman... Hari-hari ini dunia semakin bertambah jahat. Entah mungkin karena kerasnya kehidupan yang dirasakan banyak orang, sehingga membuat hati mereka begitu dingin dan menjadi keras....semakin terpuruknya perekonomian dunia, Harga minyak yang mencapai U$ 125/ barel. Bahkan Indonesia sendiri, langka minyak tanah dan harganya juga mahal, mencapai Rp.15000/liter; ditambah harga gas yang akan naik mencapai Rp69.000,-. Apakah kamu merasa hal yang sama? atau kita terlalu fokus pada kesusahan diri kita sendiri, berada di zona nyaman sendiri, sehingga buta dengan situasi sulit yang menjerat sodara-sodara kita di luar sana skrg ini? Setiap kali saya berdoa bagi bangsa dan negara, hati saya seolah perih...menangis, mendengar jeritan sodara-sodara di luar sana...Jangankan mereka di luar sana, tetangga rumah saya sendiri seringkali kelihatan termenung dgn tatapan mata menerawang kosong, kehilangan harapan. Bibi yang kerja di rumah juga dulu begitu, tapi puji Tuhan, dia akhirnya mengenal Yesus dan menumpukan pengharapannya kpd Sang Kasih Agape kita.

Akhir-akhir ini Tuhan menggerakkan hati saya untuk belajar berbagi dan memberi dari kekurangan dgn hati yang melimpah dgn sukacita dan ucapan syukur kpd Bapa. Ah jujur, saya melewati beberapa hari puasa dan sempat mengeluh dan menangis karena takut kekurangan, tapi Tuhan berkata lembut dalam hati saya: "kamu adalah putri-Ku, dan Aku adalah Bapamu yang bertanggung jawab atas hidupmu. Peganglah janji-Ku, dan belajar lebih mempercayai Aku, nak...".
Janji Bapa? Saya langsung teringat ucapan Petrus dan Paulus. 1 petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu". dan Filipi 4: 19 "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Saya menangis berlutut, merasa bersalah karena sudah kurang percaya kepada Bapa...itupun Bapa begitu sabarnya menghadapi saya dan tidak pernah menyerah membentuk karakter saya yang rapuh ini untuk mencapai keteguhan fondasi Iman di dalam Kristus.
Memang ada pengorbanan, tapi ketika saya bawa hal itu dan menaruhnya di bawah kaki Bapa, tidak satupun pengorbanan di dalam Dia yang sia-sia.
Begitulah Bapa Yesus kita yang saya yakin tidak pernah lalai menepati janji-Nya terhadap anak-anakNya yg bertumpu pada kekuatan Kasih-Nya (2 Petrus 3:9), selama kita melakukan apa yang Dia perintahkan untuk kita lakukan menjadi bagian kita. Dia Bapa dan Ibu yang tidak pernah berhenti mengayomi kita. Melebihi bapak dan ibu kita di dunia.... Jika ada teman-teman yang sedang dlm kekurangan, saran saya jgn berhenti memberi ucpn syukur tiap minggu, berapapun harganya...Ingat kisah ttg Nenek Tua miskin yang memberi seluruhnya dari yang dia miliki, dan Tuhan Yesus memuji nenek tua itu. Kita pun harus belajar meneladani sikap memberi nenek tua itu. Punya Iman sukacita memberi teman-teman. Hidup kita akan selalu cukup dan sukacita di dalam Dia. Dengan begitu kita akan semakin percaya dan mengenal Bapa kita Yesus, sungguh nyata dlm kehidupan sehar-hari kita.

Teman-teman, ingatlah ucapan Firman II Korintus 8: 9 " karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya." Hal ini paradoks jika dipikirkan dgn logika manusia, gak akan bisa. Jadi terima dgn iman kasih di dalam Dia. Ada anggapan bahwa Yesus semasa Dia hidup miskin. Memang Yesus gak bawa-bawa dompet berisi ratusan ribu, memang Dia gak punya ATM, master card ato American Express. Tapi ingat gak kita ketika Tuhan mampu memberi makan 5000 orang, belum termasuk perempuan hanya dari awalnya beberapa roti dan ikan doank??! Ingat juga gak temen-temen, ketika Yesus menyuruh muridNya mengambil uang dari mulut ikan yang dipancing untuk membayarkan pajak Bait Allah?? Nah...miskin kah, Tuhan Yesus kita?? yang masih jawab iya, coba belajar baca dan nalar balik lagi ke TK yaa...hehe....

Kapan Yesus menjadi miskin demi kita? Jawabannya: ketika Yesus digantung di kayu salib. Bapak Pendeta, sekaligus penginjil Derek Prince menjelaskan, dalam Ulangan 28: 48, Nabi Musa memakai empat ungkapan untuk menggambarkan kemiskinan total, lapar, dahaga, telanjang, dan tidak mempunyai apa-apa. Yesus mengalami semuanya itu ketika Ia dipakukan pada kayu salib.
Yesus merasa lapar. Ia tidak makan selama hampir 24 jam. Ia merasa haus. Salah satu ucapanNya yg terakhir adalah "Aku haus!" (Yoh 19:28). Ia dalam keadaan telanjang. Para prajurit telah mengambil semua pakaian-Nya (Yoh 19:23). Ia tidak punya apa-apa. Yesus tidak memiliki apa-apa lagi sehingga ketika mayat-Nya pun harus dibungkus dengan jubah pinjaman dari orang lain, kemudian dikuburkan dalam sebuah makam kepunyaan orang lain pula (Lukas 23:50-53). Demikianlah, Yesus mengalami kemiskinan total demi kita. Dalam II Korintus 9:8 Paulus menunjukkan secara lebih jelas kuasa dari pertukaran yang terjadi pada kayu salib itu: " Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelabagai kebijakan." Paulus menegaskan bahwa satu-satunya dasar dari pertukaran ini adalah Kasih Karunia Tuhan semata-mata. hal itu tidak mungkin "dibeli" dengan amal perbuatan melainkan hanya dapat diterima dengan Iman (percaya sepenuhnya!)

Jadi, teman-teman...jika kita meminta sepasang Mata Kasih Tuhan yesus dalam hidup kita sehari-hari, saya yakin kita juga bisa merasakan Tuhan Yesus sesungguhnya sedang menangis melihat dan mendengar jeritan anak-anakNya yang belum mengenal Dia. Banyak yang karena susah ekonomi, akhirnya beramai-ramai mati sekeluarga, karena putus asa yang begitu mencekam. Banyak orang yang stres dan kemudian kehilangan kewarasannya. Banyak orang terpaksa menjadi preman, prostitusi di bawah umur...demi apa? UANG!. Kasian bukan mereka yang beranggapan Uang adalah seluruhnya dalam kebutuhan jawaban hidup mereka.
Uang kah sumber jawaban masalah mereka? BUKAN! Jangan kehilangan sisi huminity kita dgn berpikir "gue kasi duit, sumbang, amal...dah...dah beres masalah mereka".
My God...jangan berpikir dangkal teman-teman. Tapi belajar dari Petrus (Kis para rasul 3), ketika dia menyembuhkan orang lumpuh yang meminta-minta di depan Bait Allah. Ucapannya sangat menyentuh dan beriman teguh pada Bapa. "perak dan emas tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu. Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu berjalanlah!" Dan si bapak peminta-minta yang lumpuh tadi bangkit dan berjalan!!
Jadi teman-teman, harta terbesar anak2x Tuhan apa??? teriak bareng-bareng yukkk: "Tuhan Yesus Kristus!!". Kenapa?? Karena di dalam Dia, kita sudah beroleh Hidup kekal, jaminan hidup kita selama di bumi untuk pulang ke surga, rumah yang udah disediakan Bapa kita untuk bisa ketemu sama Dia-Tuhan yesus! Kita sudah diberkati olehNya tiap hari, tiap malam kita tidur. Jadi, gak ada alasan untuk tidak bisa menjadi berkat bagi siapapun dan dimanapun. Kita udah punya Harta Terbesar kita-Yesus, pertanyaannya: Mau kah kita memberkati dan membagikan Harta terbesar kita kepada orang sekeliling kita? Tetangga, sodara, dan tempat kuliah, kostan, dan kerja di manapun kita berada?.
Berani bayar harga, teman-teman...Hidup itu tiap menit penuh dgn resiko...tapi alangkah bahagianya mereka yang mau mengambil resiko bayar harga tersebut tanpa SIA-SIA di dalam Kristus. Jawaban yang semua orang butuhkan di luar sana cuma 1: "Sentuhan Kasih Sayang Bapa Mulia yang berkuasa penuh atas langit, bumi, surga, bahkan neraka, yang sudah menciptakan dan menenun kita semua di dalam kandungan". They need to know and feel Jesus' Touch!
Would you ask and pray for His Mercy to get you, His Graceful Loving Eyes in every minute of our lives to see and heal people, nation surround us by Jesus' Touch?! Mari...teman-teman...kita kenakan sepasang Mata Kasih-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari mulai hari ini...
Tuhan Yesus memberkati kita semua....

--HN--

Run.. run... run..


Wednesday, August 27, 2008
12:06 AM

Being a Daughter of God


I quote this wonderful words of prayer from Mrs. Stormie Omartian's book "The Power of Praying", As you graduate...

------> A PERSONAL TRAINER<------- Look to your Heavenly Father to train you for what's ahead. I have done enough public speaking to know that most of my preparation has to be done in prayer and in the Word of God. On my own, i am not able to speak words that will transform anyone's life. Only the anointing power of God attending those words can bring them alive in the hearts of the people listening. If i believe i can rely on last week's anointing and don't have to prepare in the Word of God for next wee's talk, i will find my message lacking the very thing people want to experience- the Lord's touch. And that means i don't just read the Bible to prepare for the message. I also must feed on God's Word to prepare my soul and spirit. God will train you through His word.


"Lord, Thank You that my life is in Your hands. Thank You that You will train me in the way i should go. Thank You that You will lead me through Your word.
I am so happy that no matter what age i am, i will always have purpose because You have great things for me to do. Help me to always be prepared to accept these plans. When it's time for me to do something different, help me not to cling to the past or be afraid to move into the future You have for me."

God's Promise: Psalm, 23:2-3
He leads me beside the still waters, he restores my soul;
He leads me in paths of righteousness for His Name's Sake



Dear, Lord Jesus... Only You know what is the best in our lives. Though, we might think this or that is the best for us, we humbly ask for Your Mercy to teach and guide us to the 'Best' design path of our lives, You have provided us long before this universe created.
Teach us Father to always inquire Your Loving-Strong Guiding Hands, before we move our step in lives. We need you Father...Even in the heavy storm we hardly understand...Embrace our heart Father, Hold our hands Father, so we may w
alk on the water by faith seeking Your Face. From day to day, bring us closer to Your wonderful plans and visions You have for us. So this world, filled by Your Glory.
In every impossible moment that it might seem to be, we want to learn to know You more and trust in You more than we ever do before. Raise us up Father...in times we break down. Train us Father through many moments You've allowed to make us more beautiful and pure in Your Eyes. For Your Blessing is falling over us, so we may be blessing for others, to spread the touch of Lord Jesus' Love everywhere and anytime. For we know You take total control of our lives, the enemies, and this universe. We give all our heart, mind, body, soul and spirit in Your Loving Hands. We know that the enemies shall not let Your daughters train to be Your Princess to serve You, but we believe the enemies' power is nothing compare to Your Power, Father. We depend to You more and more Jesus...Father, the Everlasting Soulmate, The Prince Charming of Peace, our Lovely Best Friend, and Our Saviour King that we adore and we long to meet face to face by His Grace sooner! Hehehe.....

--HaNa--


Run.. run... run..


Tuesday, August 26, 2008
3:44 PM

Finish Strong

Kutipan dari buku yang lagi gw baca ‘Finish Strong’ (yang gw beli hanya dengan harga 15 ribu hehehe), bahan perenungan


You’ve heard of Billy Graham. But what about Chuck Templeton or Bron Clifford? Have you ever heard of them?

Billy Graham wasn’t the only young preacher packing auditorium in 1945. Chuck Templeton and Bron Clifford were accomplishing the same thing and more. All three young men were in mid twenties. One seminary president, after hearing Chuck Templeton preach one evening to an audience of thousands, called him “the most gifted and talented young man in America today for preaching”

Templeton and Graham were friends. Both ministered for Youth for Christ. Both were extraordinary preachers. Yet in those years “most observers would probably have put their money on Templeton”. As matter of fact in 1946, The National Association of Evangelicals published an article on men who “best used of God” in that organization five existence. The article highlighted the ministry of Chuck Templeton. Billy Graham was never mentioned. Templeton, many felt, would be next babe Ruth of evangelism.

Bron Clifford was yet another gifted, 25 year old fire ball. In 1945, many believe Clifford the most gifted and powerful preacher to an auditorium of thousands in Miami, Florida. People line up ten and twelve deep outside the auditorium trying to get in. later that same year, when Clifford was preaching in the chapel at Baylor University, the president ordered class to turn off so that the young man could minister without interruption to student boy…..

…. In 1945, all three came shooting out the starting blocks like rockets. You’ve heard about Billy Graham. So how come you never heard of Chuck Templeton or Bron Clifford? Especially when they came out of chutes so strong in 45

just five years later, Templeton left the ministry to pursue a career as a radio and television commentator and newspaper columnist. Templeton had decided he was no longer a believer in Christ in the orthodox sense of the term. By 1950, this future Babe Ruth wasn’t even in the game and no longer believed in the validity of the claims of Jesus Christ

what about Clifford? By 1954, Clifford had lost his family, his ministry, his health, and then… his life. Alcohol and financial irresponsibility had done him in. He wound up and leaving his wife and their two down’s syndrome children. At just thirty-five years of age, this great preacher died from cirrhosis of the liver in a run down motel on the edge of Amarillo. His last job was selling used cars in panhandle of Texas….

… In 1945, three young men with extraordinary gifts were preaching the gospel to multiplied thousand across this nation. Within ten years, only one of them was still on the track for Christ

In Christian life, it’s not how you start that matters. It’s how you finish.

***


Biarlah kita menjadi Joshua dan Kaleb, yang tetap berdiri teguh sampai pada garis akhir. Bukan hanya in our early twenties. Keep the fire.

“Stay true to Jesus! Make sure that you keep your heart close to Jesus everyday. It is long way from here to where you going to go, and satan’s in no hurry to get you”

–Dr. Paul Beck-

Gw suka perkataan Opa Kaleb

“…Joshua 14:10-11 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk…”

Stay strong girls!!

juli


Run.. run... run..


1:57 PM

First Thing

In this first posting I just wanna write something that Steve Farrar wrote in his book (finish strong), here they are (with a little editing so it is match for us ):

We have been running the race together

When one has tripped, there have been others to pick her up

And that’s the best part of this race

We’re running in it together

We were given a great start

Let’s have a strong finish

Together


so... ibu-ibu mari kita isi blog kita

juli


Run.. run... run..